Friday, 30 October 2015

Kekuatan Sebuah Teriakan

Penduduk yang tinggal di sekitar Kepulauan Solomon, Pasifik Selatan, memiliki kebiasaan unik yaitu :meneriaki pohon. Mereka melakukannya bila menjumpai sebuah pohon yang berakar sangat kuat sehingga sulit ditebang. Maka mereka meneriakinya supaya pohon itu mati.

Thursday, 29 October 2015

Kalkun & Elang


Konon di jaman dulu kala, Elang dan Kalkun adalah burung yang menjadi sahabat. Dimanapun mereka berada, kedua teman selalu pergi bersama-sama. Tidak aneh bagi manusia untuk melihat Elang dan Kalkun terbang bersebelahan melintasi udara bebas.
Satu hari ketika mereka terbang, Kalkun berbicara pada Elang, 

Tuesday, 15 September 2015

Pasir dan Mutiara


Sinta yang baru saja menyelesaikan kuliahnya di sebuah perguruan tinggi. Tanpa pengalaman, berbekal ijazah dan impian yang besar, dia mulai menapakkan langkah, mencoba terjun ke masyarakat dengan mencari pekerjaan. Dia mengirim banyak surat lamaran kerja ke berbagai perusahaan. Tes demi tes ia ikuti, ada beberapa perusahaan yang ia tolak karena setelah ia lihat, perusahaan itu hanya perusahaan kecil. Sampai akhirnya ia memilih untuk menerima tawaran di sebuah perusahaan ternama. Tapi, saat diterima, ternyata pekerjaan yang didapat tidak sesuai dengan kemampuan dan kemauannya. Ia merasa ilmu yang ia punya lebih dari yang bisa ia pakai di perusahaan tersebut, ia merasa tidak bisa berkembang disitu.

Friday, 28 August 2015

Kesan Pertama Begitu Menggoda

Pagi itu Lexa tergesa-gesa mengeluarkan mobilnya dari garasi. Ia harus segera ke kantor menyelesaikan pekerjaannya sebelum ia berangkat ke Hongkong nanti sore. Tapi sepertinya nasib berkata lain, karena buru-buru ia lupa kalau bensinnya habis dan tidak mengisinya, alhasil mogoklah mobil kerennya, padahal hanya tinggal 300 m ia sudah sampai kantor.

Karena ia tidak biasa berjalan, Lexa tengok kanan-kiri apakah ada kendaraan yang bisa ia tumpangi sampai ke kantor sambil terus bergumam kesal. Akhirnya ada becak yang dikendarai oleh Laki - laki tua, mungkin sekitar 60 tahun, lewat didepannya, maka ia langsung memanggilnya dan naik.
“Pak, bisa lebih cepat? Saya buru-buru nih, ada pekerjaan yang harus selesai, saya bayar lebih deh” katanya

Pemancing Kecil

Pada tepian sebuah sungai, tampak seorang anak kecil sedang bersenang-senang. Ia bermain air yang bening di sana. Sesekali tangannya dicelupkan ke dalam sungai yang sejuk. Si anak terlihat sangat menikmati permainannya. Selain asyik bermain, si anak juga sering memerhatikan seorang paman tua yang hampir setiap hari datang ke sungai untuk memancing. 

Wednesday, 26 August 2015

Ambisi vs Ambisius

Menurut rekan-rekan perlukah kita punya ambisi?

Ambisi sebenarnya penting untuk kita miliki, ambisilah yang dapat membuat kita
lebih maju. Tetapi seberapa batas ambisi yang positif?
Beda ambisi dan ambisius sangatlah tipis.

Efisiensi vs Inovasi


Pada suatu ketika terdapat dua perusahaan yang bergerak di industri otomotif. Yaitu perusahaan Majuter dan Majumund. Mereka memproduksi mobil.

Kedua perusahaan ini telah menikmati masa kejayaan mereka. Produksi minyak untuk BBM melimpah. Daya beli pasar yang tinggi. Pesaing yang masih sedikit, dst. Lalu, datanglah krisis..
Produksi minyak mulai berkurang. Perekonomian masyarakat melemah. Persaingan meningkat. Peraturan mengetat dan isu lingkungan mencuat. Dan banyak hal lagi yang membuat dua perusahaan ini mulai goyah.
Bagaimana mereka memecahkan masalah ini?

Friday, 21 August 2015

Angsa dan Telur Emas

Pada suatu hari seorang petani miskin menemukan sebutir telur emas yang berkilau
disarang angsa peliharaannya. Pada mulanya ia berpikir ini pasti semacam tipuan.
Tetapi, ketika ia akan membuangnya, ia berpikir-pikir lagi kemudian membawanya
pulang untuk memeriksanya. Telur itu ternyata emas murni! 

Mindset Insight


Suatu hari seorang ayah yang sudah sekarat memanggil kedua anaknya dan sebelum sang ayah menghembuskan nafas terakhir, dia memberi pesan kepada ke 2 anaknya:
 
"Anakku ada 2 pesan penting yg ingin ayah sampaikan kepadamu untuk keberhasilan hidupmu."

"Pertama : jangan pernah menagih piutang kepada siapapun"
"Kedua : jangan pernah tubuhmu terkena terik sinar matahari secara langsung."

Sang anak pun bingung dengan pesan ayahnya , dan akhirnya sang Ayah pun pergi untuk selama-lama nya 5 tahun berlalu sang Ibu pun menengok si bungsu dengan kondisi bisnisnya yang sangat memprihatinkan, sang Ibu pun bertanya "wahai anak bungsuku kenapa kondisi bisnismu demikian"

Jalani Hidup Dengan Penuh Kesabaran

Seorang anak mengeluh pada ayahnya , “Aku capek, sangat capek. Aku belajar mati-matian sedang temanku dengan enaknya menyontek sehingga nilainya lebih bagus. 
 
Aku mau menyontek saja!”
Aku capek karena harus terus membantu Ibu, sedangkan temanku punya pembantu.
Aku capek karena aku harus terus menjaga lidahku, sedangkan temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati.
 
Aku capek ayah, aku capek menahan diri. Mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka !” Sang anak mulai menangis.

Sang Ayah tersenyum & mengelus kepala anaknya, “ Anakku, ayo ikut ayah”
Mereka menyusuri jalan yang jelek, banyak duri, banyak serangga, becek dan ditumbuhi ilalang

Saturday, 30 May 2015

Seberapa Berat Pekerjaan Anda

Berapa usia nenek ini menurut anda?
Berapa Kg berat kayu yang harus digendongnya?
Berapa usia pemulung ini?
Berapa Kg sampah yang harus dipilihnya dari gunungan sampah untuh menghasilkan Rp. 1.000,-?
Pantaskah kita bila kita yang masih muda ini mengeluh bila hanya membawa berkas yang tak lebih dari 5 kg ? 
Pantaskah kita bila kita mengeluh pekerjaan kita sangat berat dan tidak seimbang dengan hasil yang kita terima? Pantaskah kita mengeluh bahwa hidup kita menderita karena pekerjaan kita? 

Thursday, 28 May 2015

Untuk Segala Sesuatu Ada Masanya

Suatu hari seorang ayah menyuruh anak-anaknya ke hutan melihat sebuah pohon pir di waktu yg berbeda.

Anak pertama disuruhnya pergi pada musim DINGIN,
anak ke 2 pada musim SEMI,
anak ke 3 pada musim PANAS,
anak ke 4 pada musim GUGUR.
Hasilnya....

Wednesday, 27 May 2015

Belajar Dari Pohon

1. Pohon tidak makan dari buahnya sendiri.
Untuk hidup & tumbuh, pohon memperoleh makan dari tanah. Semakin dalam akarnya, makin banyak nutrisi yang diserap. Kenapa buah kurma manis sekali? Pohon kurma itu ditanam di padang pasir. Bijinya ditaruh di kedalaman 2 meter, kemudian ditutup dengan 4 lapisan. Sebelum pohon kurma itu tumbuh, dia berakar begitu dalam sampai kemudian menembus 4 lapisan tersebut dan menghasilkan buah yang manis di tengah padang pasir.


Perjuangan yang sungguh luar biasa untuk sampai pada kebahagiaan atau kemanisan hidup. Seringkali kita sudah menyerah bila berada dalam situasi yang kita rasakan menekan. Atau mungkin saat kita ditekan oleh atasan kita, kita menjadi sangat emosi kemudian semua orang yang kita temui menjadi pelampiasan emosi kita?

Tuesday, 26 May 2015

Dibalik Seulas Senyum

Seorang dokter bergegas masuk ke ruang operasi. Ayah dari anak yang akan dioperasi menghampirinya dengan muka kesal dan berteriak-teriak. “Kenapa anda lama sekali sampai disini? Apa anda tidak tahu nyawa anak saya terancam jika tidak segera di operasi? “ labrak si ayah. Dokter itu tersenyum, “ Maaf, saya sedang tidak di rumah sakit ini tadi, tapi saya secepatnya ke sini setelah ditelepon petugas.” Kemudian ia langsung menuju operasi. Setelah beberapa jam ia keluar dengan senyum mengembang di wajahnya.

“Keadaan anak Anda kini telah stabil.” Lalu tanpa menunggu jawaban sang ayah, dokter tersebut berkata, “ Suster akan membantu Anda jika ada yang ingin ditanyakan.” Kemudian, dokter tersebut segera berlalu. “Kenapa dokter itu angkuh sekali? Dia kan sepatutnya memberikan penjelasan lebih detil mengenai keadaan anak saya!” Sang ayah berkata kesal pada suster di situ.

Thursday, 21 May 2015

Yakin Pada Diri Sendiri

Sekitar tahun 1930 an, ada kisah mengenai laki-laki penjual hotdog yang pesannya masih
bergaung hingga kini.

Ada seorang laki-laki yang tinggal di sisi suatu jalan dan berjualan hotdog. Ia sulit  mendengar sehingga tidak memiliki radio. Matanya bermasalah, karena itu ia tidak membaca surat kabar apapun. Namun, ia menjual hot dog yang lezat. Ia berdiri di sisi jalan dan berseru, “ Hot dog-nya, Pak!” dan orang-orang pun membeli. Ia menambah pesanan daging dan rotinya. Ia membeli kompor yang lebih besar untuk menangani bisnisnya. Akhirnya ia memanggil anak laki-lakinya pulang dari sekolah tinggi untuk berjualan.

Lalu, sesuatu terjadi. Anak laki-lakinya berkata “Ayah, tidakkah engkau mendengarkan
radio? Situasi bangsa Eropa payah. Situasi domestik lebih buruk.” 
Segera setelah itu sang ayah berpikir, “Hmmm, anak laki-lakiku pergi ke sekolah tinggi..Ia membaca surat kabar dan mendengarkan radio, dan ia pasti tahu.” Kemudian sang ayah memangkas pesanan daging dan rotinya. Ia menurunkan papan penandanya. Tak terpikirkan lagi olehnya untuk berdiri di dekat jalan layang dan menjual hot dognya. Penjualan hot dog-nya pun merosot, hamper dalam waktu semalam. “Kau benar, Nak,” kata sang ayah kepada anak laki-lakinya. “Kita benar-benar berada di tengah Depresi Besar”