Tuesday, 10 November 2015

Optimisme

Dua buah timba bertemu di sumur. Salah satu timba itu tampak muram.
“Ada masalah apa?” Tanya timba yang kedua dengan penuh simpati.
“Oh!” jawab timba yang pertama, timba yang muram, “Saya telah berkali-kali dibawa ke sumur ini. Meskipun
saya sudah terisi penuh, saya selalu kembali ke sini kosong.”
Timba yang kedua tertawa, “Betapa lucunya!Mengapa sedih? Saya selalu datang kesini kosong dan pergi penuh.
Saya yakin kalau kamu mulai berpikir dengan cara ini, kamu akan menjadi lebih gembira.”

Kacamata Hitam

Ada seorang bermaksud membeli rumah. Lalu ia menghubungi seorang makelar. Sang
makelar sangat senang “ Wah mangsa kakap nih!” pikirnya. Dengan penuh semangat,
diantarnya calon pembeli berkeliling dari satu rumah ke rumah lain yang dijual.
Biarpun lelah, komisi 5 % kan lumayan juga.

Kompetisi Konyol

Alkisah, ada seekor kelelawar yang tinggal di daerah pedesaan. Saat itu, si kelelawar sedang beristirahat dengan menggelantung terbalik di dahan sebuah pohon. Tiba-tiba, kelelawar itu melihat lima ekor burung terbang makin cepat dan makin tinggi. Burung-burung itu tampak begitu menikmati waktu mereka di siang hari.

Satu Kalimat Banyak Makna


Suatu hari, seorang tukang kayu yang buta huruf menerima sepucuk surat.
Karena ia buta huruf, maka ia tergesa gesa menuju ke penjual daging kenalannya, yang punya watak keras untuk minta tolong membacakan surat.
"Ini surat dari putramu... Begini bunyinya, Ayah, aku sakit dan tidak punya uang sesenpun, tolong kirimkan aku sejumlah uang secepatnya."

Saturday, 7 November 2015

Hukum Truk Sampah


Suatu pagi, seorang pria naik sebuah taksi dan pergi menuju bandara. Ketika sedang melaju cepat (pada jalur yang benar), tiba-tiba sebuah mobil hitam, tanpa memberi tanda apa pun, menyerobot mengambil jalan di depan taksi itu.
Si supir taksi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobilnya berdecit dan berhenti hanya beberapa sentimeter dari mobil tersebut.

Thursday, 5 November 2015

Sedikit Andil Sejuta Dampak

Alkisah, suatu desa di Perancis sedang panen anggur. Seperti biasanya, setiap panen anggur selalu diakhiri dengan pesta warga. Pesta itu merupakan swadaya penduduk (dari, untuk dan oleh warga),dimana setiap keluarga petani harus menyumbangkan sejumlah makanan dan minuman. Dan, ada satu tradisi yang sudah berlangsung ratusan tahun.
 

Monday, 2 November 2015

Empat Sikap Manusia

Di areal pembangunan sebuah bendungan raksasa, seorang pekerja bernama Tigor terperosok ke dalam lubang yang cukup dalam sehingga ia tidak mampu keluar sendiri. Dia berteriak keras minta pertolongan. Seorang lelaki perlente dan berkacamata hitam mendengr teriakan itu. Dia menengok ke dalam lubang, melirik ke jam Rolex di tangan kirinya, lantas pergi buru-buru. Rupanya keperluan lain pemimpin proyek itu lebih penting daripada nyawa seorang pekerja.

Kompetisi Kepiting


Di Filipina, masyarakat pedesaan gemar sekali menangkap dan memakan kepiting sawah.
Kepiting itu ukurannya kecil namun rasanya cukup lezat. Kepiting-kepiting itu dengan
mudah ditangkap di malam hari, lalu dimasukkan ke dalam baskom/wadah, tanpa diikat.
Keesokkan harinya, kepiting-kepiting ini akan direbus untuk lauk. Yang paling menarik dari kebiasaan ini, kepiting-kepiting itu akan selalu berusaha untuk keluar dari baskom, sekuat tenaga mereka, dengan menggunakan capit-capitnya yang kuat.

Friday, 30 October 2015

Kekuatan Sebuah Teriakan

Penduduk yang tinggal di sekitar Kepulauan Solomon, Pasifik Selatan, memiliki kebiasaan unik yaitu :meneriaki pohon. Mereka melakukannya bila menjumpai sebuah pohon yang berakar sangat kuat sehingga sulit ditebang. Maka mereka meneriakinya supaya pohon itu mati.

Thursday, 29 October 2015

Kalkun & Elang


Konon di jaman dulu kala, Elang dan Kalkun adalah burung yang menjadi sahabat. Dimanapun mereka berada, kedua teman selalu pergi bersama-sama. Tidak aneh bagi manusia untuk melihat Elang dan Kalkun terbang bersebelahan melintasi udara bebas.
Satu hari ketika mereka terbang, Kalkun berbicara pada Elang, 

Tuesday, 15 September 2015

Pasir dan Mutiara


Sinta yang baru saja menyelesaikan kuliahnya di sebuah perguruan tinggi. Tanpa pengalaman, berbekal ijazah dan impian yang besar, dia mulai menapakkan langkah, mencoba terjun ke masyarakat dengan mencari pekerjaan. Dia mengirim banyak surat lamaran kerja ke berbagai perusahaan. Tes demi tes ia ikuti, ada beberapa perusahaan yang ia tolak karena setelah ia lihat, perusahaan itu hanya perusahaan kecil. Sampai akhirnya ia memilih untuk menerima tawaran di sebuah perusahaan ternama. Tapi, saat diterima, ternyata pekerjaan yang didapat tidak sesuai dengan kemampuan dan kemauannya. Ia merasa ilmu yang ia punya lebih dari yang bisa ia pakai di perusahaan tersebut, ia merasa tidak bisa berkembang disitu.

Friday, 28 August 2015

Kesan Pertama Begitu Menggoda

Pagi itu Lexa tergesa-gesa mengeluarkan mobilnya dari garasi. Ia harus segera ke kantor menyelesaikan pekerjaannya sebelum ia berangkat ke Hongkong nanti sore. Tapi sepertinya nasib berkata lain, karena buru-buru ia lupa kalau bensinnya habis dan tidak mengisinya, alhasil mogoklah mobil kerennya, padahal hanya tinggal 300 m ia sudah sampai kantor.

Karena ia tidak biasa berjalan, Lexa tengok kanan-kiri apakah ada kendaraan yang bisa ia tumpangi sampai ke kantor sambil terus bergumam kesal. Akhirnya ada becak yang dikendarai oleh Laki - laki tua, mungkin sekitar 60 tahun, lewat didepannya, maka ia langsung memanggilnya dan naik.
“Pak, bisa lebih cepat? Saya buru-buru nih, ada pekerjaan yang harus selesai, saya bayar lebih deh” katanya

Pemancing Kecil

Pada tepian sebuah sungai, tampak seorang anak kecil sedang bersenang-senang. Ia bermain air yang bening di sana. Sesekali tangannya dicelupkan ke dalam sungai yang sejuk. Si anak terlihat sangat menikmati permainannya. Selain asyik bermain, si anak juga sering memerhatikan seorang paman tua yang hampir setiap hari datang ke sungai untuk memancing. 

Wednesday, 26 August 2015

Ambisi vs Ambisius

Menurut rekan-rekan perlukah kita punya ambisi?

Ambisi sebenarnya penting untuk kita miliki, ambisilah yang dapat membuat kita
lebih maju. Tetapi seberapa batas ambisi yang positif?
Beda ambisi dan ambisius sangatlah tipis.

Efisiensi vs Inovasi


Pada suatu ketika terdapat dua perusahaan yang bergerak di industri otomotif. Yaitu perusahaan Majuter dan Majumund. Mereka memproduksi mobil.

Kedua perusahaan ini telah menikmati masa kejayaan mereka. Produksi minyak untuk BBM melimpah. Daya beli pasar yang tinggi. Pesaing yang masih sedikit, dst. Lalu, datanglah krisis..
Produksi minyak mulai berkurang. Perekonomian masyarakat melemah. Persaingan meningkat. Peraturan mengetat dan isu lingkungan mencuat. Dan banyak hal lagi yang membuat dua perusahaan ini mulai goyah.
Bagaimana mereka memecahkan masalah ini?